Fakta lengkap khusu wanita yang ditinggal mati suaminya

Wanita adalah tiang agama, namun peria adalah sandaran terhebat yang membuat wanita lebih berarti dan bermakna !!!

Pada Pembahasan kali ini, SBTM77 akan membahas tentang "Fakta lengkap khusu untuk wanita yang ditinggal mati suaminya "maaf jika kata-kata kurang berkenan dihati " semoga bermanfaat.
Apa sajakah hukum-hukum yang harus ditetapi seorang wanita ketika ditinggal mati suaminya?

Jawab:
DAFTAR PERTANYAAN DAN JAWABAN[Tampilkan]

Sumber Referensi :
[1] Ibnu Baaz, Fatawa al-Mar`ah, hlm. 68
[2] HR. Muslim, kitab ath-Thalaq, bab wujub al-ihdad fi iddah al-wafah, dan at-Tirmidzi, kitab  ath-Thalaq, no. 2739
[3] Disini Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam mengharamkan segala bentuk baju yang dihias dengan celupan, kecuali baju celupan hasil tenunan Yaman. allahu a`lam (pent.)
[4] Celak penghias mata.
[5] Kusti dan adzfar adalah nama dari jenis minyak wangi. Imam an-Nawawi dalam syarah sahih Muslim mengatakan, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam disini mengharamkan segala jenis minyak wangi, beliau hanya membolehkannya buat wanita di masa iddah ketika ia suci dari haidh kemudian mengambil sedikit minyak wangi itu untuk mengharumi tempat keluarnya darah. allahu a`lam (pent.)
[6] Bukhur adalah kayu gaharu yang dibakar. asapnya berbau sangat harum, sedangkan kebiasaan orang-orang arab, mereka seringkali mengasapi baju-baju, kain-kain dan rumah mereka dengan asap ini, agar menjadi wangi (Pent.)
[7] Ibnu Baaz, majalah ad-dakwah, edisi. 966
[8] HR. Muslim, kitab ath-Thalaq, bab wujub al-ihdad fi iddah al-wafah, dan at-Tirmidzi, kitab  ath-Thalaq, no. 2739
[9] Ibnu Utsaimin, harian "al-Muslimun", edisi. 59
[10] Fatawa syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, 34/28
[11] al-Lajnah ad-Daimah, fatawa al-mar`ah, hlm. 142
[12] HR. Muslim, kitab ath-Thalaq, bab wujub al-ihdad fi iddah al-wafah, no. 2739 dan at-Tirmidzi, kitab ath-Thalaq, no. 2739
[13] HR. ahmad dan ahlussunan.
[14] Fatawa syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, 34/29
[15] al-Lajnah ad-Daimah, fatawa al-mar`ah, hlm. 141
[16] al-Lajnah ad-Daimah, fatawa al-mar`ah, hlm. 140
[17] al-Lajnah ad-Daimah, fatawa al-mar`ah, hlm. 142
[18] Ibnu Jibrin, fatawa al-mar`ah, hlm. 134
[19] Ibnu Utsaimin, fatawa al-mar`ah, 1/65
[20] HR. Muslim dalam kitab al-janaiz, bab: ma yuqaalu indal mushiibah, no. 1525
[21] al-Lajnah ad-Daimah, fatawa al-mar`ah, hlm. 139
[22] Ibnu Utsaimin, fatawa al-mar`ah, hlm. 815
[23] ada sedikit tambahan dari kami, belum lama ini diberitakan di jawa pos bersama dengan photo sekalian, bahwa ada seorang wanita berumur 74 tahun, di China, mengandung seorang anak. Hanya saja anak yang dikandungnya meninggal dalam perut. Ini membuktikan bahwa seorang wanita, meski sangat tua sekalipun, kemungkinan untuk melahirkan adalah masih ada. Dan allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Mampu atas segala sesuatu, dan sangat Mampu Melakukan hal-hal yang menurut akal kita tidak mungkin terjadi  sekalipun (pent.)
[24] al-Lajnah ad-Daimah, majalah ad-da`wah, edisi. 772
[25] HR. Imam ahmad, abu Dawud, dan Ibnu Hibban, dari Ruwaifi` bin Tsabit al-anshari.
[26] al-Lajnah ad-Daimah, fatawa al-mar`ah, hlm. 141
[27] al-Fatawa as-Sa`diyyah, kitab al-idad, pertanyaan no. 17 hlm. 394
[28] Yakni, lebih baik menjalankannya daripada nanti salah dan berdosa.

Tidak ada komentar

Posting Komentar